Sampai Disini Saja

Sebenernya udah jatuh cinta sama WP..
Saya berhenti ngeblog disini.
Mo pindah rumah.
Terima kasih teman..

Advertisements

Nasi Goreng Secukupnya

Pulang ke rumah. Laper plus capek gitu.
Mo beli makananan keluar. Lagi males gitu.
Buka kulkas, ada sayur lebih dari masak sup kemarin.
Untung masih ada nasi.
Bikin nasi goreng aaah..
Dah pada kangen masakan saya kan? Hayo ngaku..
Yuk kemon, ikuti saya punya masakan lejat (diatas lezat gitu)..

Bahan-bahannya :
– nasi sepiring
– telur ayam yang kulitnya mulus
– tomat sebiji
– kecap cap … (ups, ga boleh nyebut merek)
– sambal botol
– wortel secukupnya
– kacang kapri secukupnya
– cabe merah secukupnya
– bawang merah dan putih secukupnya
– daun bawang dan seledri secukupnya
– jahe dan kunyit secukupnya
– garam secukupnya
– margarine untuk menggoreng, lebih nikmat daripada pake minyak goreng loh..

Cara memasaknya gampang bener :
– kocok telur sampe berbusa, dadar pake margarin. Trus letakin di piring
– gilinglah bumbu yang perlu digiling
– irislah bumbu yang perlu diiris. Oke paham ya? 😀
– panaskan margarin, tumis bumbu sampai harum, masukkan sayuran hingga layu
– masukkan nasi, tambahkan garam dan kecap secukupnya. Crot.crot.crot. Aduk terus sampe merata
– masak hingga berasap (nasinya ya, bukan kompornya)
– angkat. Hidangkan diatas telur dadar
– potong tomat berbentuk dadu (kalo bentuk kelereng repot), sandingkan disamping telur
– tambahkan sambal botolan secukupnya

Selesai deh nasi gorengnya. Sekarang bikin minumnya..
– pir yang besar, blender, saring
– jeruk medan super, peras, trus saring juga
– tuang ke dalam gelas sari pir dan jeruknya, tambahkan gula secukupnya. Kalo saya lebih doyan tanpa gula, lebih alami..

Sluuurp.. Yummy..

Silahkan dicoba..
Sampe jumpa di menu berikutnya..
*perasaan koki ternama deh*

babaaay..

Ganti Kalender

Ga terasa ganti kalender lagi. Nothing special for me. Walau sedikit iri dengan karyawan perusahaan2 yang menikmati libur panjang, tapi aku bahagia memulai hariku dengan masuk kerja pukul 7 pagi. Dimana mungkin banyak orang terlelap karena kelelahan merayakan malam pergantian tahun, kita justru segar bugar mengawali hari di pagi dingin awal januari ini. One step ahead, huhu.

Tuhan, dengan kuasa-Nya telah mempertemukan kembali aku dengan orang2 yang kurindu. Di postingan ‘abang bewok’ sebelumnya udah kuceritakan betapa aku ingin bertemu dgn teman2 kosku 10 tahun lalu.
Tidak melalui search engine, tapi Yang Diatas memberi jalan lain.

Sore akhir desember sepulang kerja, aku dan 2 teman kerjaku lagi jalan ke carefur. Makan, jalan, ya..sedikit menyiksa diri lah dgn berkeliling plaza.
Begitu pisah, saat aku berjalan sendiri, kulihat sosok yang kukenal. “Bang Edwiiin..” Teriakku. “Eh, tiniii..”, serunya ga kalah heboh. Langsung kupukul2 bisepnya. Iyah, udah seumuran gini manjaku kadang ga ilang2 apalagi sama temen2 kos yg hampir semua lebih senior dariku. Mereka sudah seperti keluarga kedua buatku.
Weleh, ternyata demam sixpack dan angkat barbel di kos dulu sepertinya terus ditekuni. Bodinya dah kayak ade ray setengah jadi.
Kedatangannya ke medan karena akan melangsungkan pernikahan tgl 4 besok. Jauh2 dari cirebon, jodohnya di siantar juga. Alhamdulillah, happy for him.

Akhirnya bertiga dgn ayahnya ngobrol di satu cafe sambil haha hihi. Demi menghormati leluhur aku menyapa ayahnya dgn sebutan opung (kakek-bahasa batak), karena kesamaan marga keluarga kami. Ga nyangka marga yang udah langka ini masih ada juga penerusnya.

Lewat bang edwin aku dapat nomor henpon bang bewok yg ternyata pulang kampung ke Takengon, Aceh. Kesian bang bewok kalah cepat, nomernya udah kusimpan duluan. Jadi waktu dia sms menyamar jadi utusan suatu perusahaan dan memberitahuku soal wawancara, kukerjain balik dia mentah2. Haha. Kalah telak dia.

Malamnya kuberitahu kak sri dan ita tentang kabar gembira itu. Menjelang ganti tahun itu mereka datang ke rumahku. Untung stok makanan masih ada dikulkas. Minum sirup markisa (oleh2 khas medan ini bah), beberapa buah pir dan kugoreng french fries yang masih ada. Kak sri selalu mengurusiku dulu waktu aku masih gagap2nya kos utk pertama kali jauh dari ortu. Dia seperti kakak asuhku.

Mengulang kisah yang sama. Cerita lucu dan sedikit gila. Satu cerita yang selalu mampu membuat kami ketawa gak karuan.
Waktu itu 10 thn lalu saat di kos2an, kami dikasih ayam potong banyak banget sama ibu kos. Just info, kosku satu2nya kos khusus Muslim di daerah itu. Ada sekitar 20 an orang penghuni kos saat itu. 1 orang 1 ayam.
Begitu bersemangat membeli bumbu dan kamipun memasak ayam bakar.
Malam harinya pesta ayam panggang di kos2an. Cerita ngalor ngidul sambil makan ayam sampai semaput.
Kenyang euy.

Besoknya.
Bang erwin a.k.a tukul (kami menganugerahkan gelar kehormatan ini bahkan sebelum tukul jadi milyuner seperti sekarang loh), dia mohon segenap perhatian kami. Suasana hening.
“Sebenarnya ada yang mau kukatakan”, dia memulai. “Tapi klen jangan marah ya”.
Terdiam semua. “Ada apa, win?”, tanya yang lain.

“Sebenarnya ibu kos traktir kita makan ayam, ngg.. karna ibu.. ..nggg.. ..anu.. ..ngg..”, katanya.
“Kenapa?”, tanya kami.
“Karna ibu itu ..ngg.. ..ngggg.. menang togel!!”, tuntasnya.
“Apa?! Astaghfirullah..” Semua pada ngucap2.
“Kok gak bilang dari semalam?”, tanya yg lain setengah geram.
“Aku takut klen gak mo makan. Lagian kesian ibu itu udah semangat kali traktir anak2 kosnya”, katanya.

Pandang2an semuanya. Alhasil yang pada siap2 mo marahpun akhirnya cuma bisa ketawa2 sampe berlinang air mata saking lucunya. Tega benar dah si ibu.

Kisah yang lain.
Malam menjelang 17 Agustus, kami ikut ekspedisi Sibayak dari parintal (pecinta lingkungan mahasiswa pertanian). Mendaki sambil membersihkan gunung Sibayak dari sampah. Kebetulan aku jadi ketua tim waktu itu, untuk menyenangkan hatiku mungkin karna aku adik kos yg paling muda dan paling imut. Sebenernya itu merupakan pengalamanku yg kedua mendaki gunung Sibayak. Sebagai pendaki yg kurang berpengalaman, kami bawa bekal seadanya. Begitu sampe di puncak hujan deras. Kami bermalam di goa, karna ga bawa tenda. Masing2 buka tas. Guess what?
Aku bawa roti kering selai nenas n selai pisang. Kak sri mengeluarkan bekalnya. Roti nenas. Bang edwin mengeluarkan bekalnya. Roti nenas juga. Bang bewok roti asin.
Dari malam sampe besok pagi kami hanya makan roti kering selai nenas dan roti2 kecil lainnya. Sampai mual.

Selesai upacara bendera, kami turun gunung. Dan terpaksa mengunyah roti nenas lagi dan lagi utk mengganjal perut.

Perjalanan menuju kos2an..
Lewat kedai kecil, memajang roti nenas. Mo pingsan rasanya.
Sampe di kos. Ngeluarin sisa roti nenas masing2 dari tas. Menjerit2.
Aku mengambil bungkus roti nenasku, sambil ngejar2 bang edwin. Bang edwin lari2 sambil teriak “tidaaaak..”. Wakakak.

Banyak lagi cerita2 seru yang direwind kembali di malam menjelang pergantian tahun kemarin. Dan acara kami sudahi jam 10 saja karna aku harus kerja pagi2 esoknya.
Mungkin kami akan reuni. Mungkin.

Gosh! Ditengah hiruk pikuk pergantian tahun, tadi sore baru kusaksikan saudara2 kita di Palestina dizhalimi dgn sebegitu kejam. Berlinang air mataku sampai sesenggukan.
Rabbi.. Berilah kekuatan kepada rakyat Palestin, terimalah arwah mereka sebagai syuhada yang akan mencium harumnya syurga-Mu.
Amin.